List Konsistensi Tanah

Konsistensi Tanah
Konsistensi tanah ialah istilah yang digunakan untuk menggambarkan keadaan fisik tanah dengan kandungan air yang berbeda-beda menyerupai yang diperlihatkan oleh reaksi tanah atas tekanan-tekanan mekanik. Konsistensi tanah dipandang sebagai kombinasi sifat yang dipengaruhi oleh kekuatan mengikat antara butir-butir tanah. Secara umum istilah yang digunakan untuk menggambarkan konsistensi tanah ialah pada tanah berair yang berciri khas dari tidak lekat, agak lekat, lekat, sangat lekat, tidak liat, agak liat, liat, dan sangat liat. Pada tanah lembap yang bersifat lepas-lepas, sangat repuh, repuh, teguh, sangat teguh, dan luar biasa teguh. Pada tanah kering bersifat lepas-lepas, lunak, agak keras, keras, sangat keras, dan luar biasa keras. (Harry O. Buckman, 1982 ; 80)
Konsistensi berperan penting dalam memilih daya guna tanah secara praktis. Istilah yang digunakan untuk menggambarkan sifat tanah sangatlah penting yaitu bersahabat kaitannya dengan pengolahan tanah. Hal ini akan dijelaskan pada pembatasan sifat olah yang ditujukan pada keadaan sifat fisik tanah dalam hubungannya dengan pertumbuhan tanaman, jadi harus diperhatikan pula semua keadaan fisik tanah yang mempengaruhi perkembangan tanaman. (Harry O .Buckman, 1982 ; 81)
Beberapa faktor utama yang mempengaruhi konsistensi tanah ialah disebabkan kondisi kelengasan tanah menyerupai kering, lembab, berair dan tekstur tanah terutama berfraksi lempung. Konsistensi tanah penting untuk memilih cara pengolahan tanah yang baik, juga penting bagi penetrasi akar tumbuhan di lapisan bawah dan kemampuan tanah menyimpan lengas. (Rachman Sutanto, 2005 ; 96)
 Konsistensi ditetapkan secara pribadi di laboratorium menurut angka Atterberg. Angka Atterberg ialah presentase berat lengas tanah yang diukur pada ketika tanah mengalami perubahan konsistensi. Batas konsistensi tanah sanggup digolongkan mulai dari kondisi kering sampai kondisi basah. Batas cair (BC) ketika kandungan lengas tanah  sanggup mengalir bebas tanpa tekanan. Penentuan di lakukan dengan cara mengetuk-ngetukkan tanah berair dalam cawan Cassagrande. Batas lekat (BL) ketika kandungan lengas pada ketika masih kering yang dibasahi secara perlahan dan mulai menempel pada logam. Batas gulung (BG) ketika kandungan lengas pada ketika keliatan mulai terasa dan tanah sanggup dibuat sesuai yang dikehendaki dan tanah tersebut mulai berada kondisi semi-padat. Batas berubah warna (BBW) ketika kandungan lengas tanah pada ketika pasta mulai kering lantaran masih ada air kapiler, tetapi udara mulai masuk ke dalam pori yang ditandai oleh perubahan warna secara tegas menjadi berwarna lebih muda dan tanah tersebut memasuki kondisi padat. (Rachman Sutanto, 2005 ; 99) 
Dari angka Atterberg bisa ditetapkan Jangka Olah (JO) mempunyai selisih antara BL dan BG yang merupakan kandungan lengas yang menimbulkan tanah gampang diolah dengan syarat JO tanah lempung lebih kecil dari JO tanah pasiran, Indeks Plastisitas (IP) mempunyai selisih antara BC dan BG, Persediaan Air Maksimum (PAM) mempunyai selisih antara BC dan BBW. Nilai PAM merupakan jumlah kandungan lengas tersedia bagi tanaman. Surplus (S) merupakan selisih antara BL dan BC untuk memperkirakan sifat tanah dalam kaitannya dengan absorpsi air. Tanah pasiran yang mempunyai nilai surplus nyata yang gampang merembeskan air, sedangkan tanah lempungan mempunyai surplus negatif yang tidak gampang merembeskan air (Rachman Sutanto, 2005 ; 100)

Penulis : Fernada Rinni ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel List Konsistensi Tanah ini dipublish oleh Fernada Rinni pada hari Kamis, 07 Juni 2012. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan List Konsistensi Tanah
 
Closeagen judi bola